Home » Dandim 0903/Bulungan Hadiri Penyambutan Penganugrahan Kalpataru Masyarakat Hukum Adat (MHA) Punan Batu Benua Sajau Dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2024

Dandim 0903/Bulungan Hadiri Penyambutan Penganugrahan Kalpataru Masyarakat Hukum Adat (MHA) Punan Batu Benua Sajau Dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2024

Info Kaltara

Tanjung Selor, Dandim 0903/Bulungan Kolonel Inf Prasetyo Ari Wibowo., S.Sos, M.l, Pol. Bersama Bupati Bulungan Bpk. Syarwani, S.Pd., M.Si beserta Forkopimda Kab Bulungan hadiri Kegiatan Acara Konvoi Mobil Hias ( Kalpataru ) Dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2024, Penanaman Perdana Taman Tematik Buah Hutan Kalimantan Dikebun Raya Bundayati Tanjung Selor serta Penyambutan Penganugrahan Kalpataru Masyarakat Hukum Adat (MHA) Punan Batu Benua Sajau” bertempat di Kebun Raya Bundayati Tanjung Selor Jalan Sengkawit, Kec. Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Rabu (12/6/2024).

Dandim 0903/Bulungan Kolonel Inf Prasetyo Ari Wibowo., S.Sos, M.l, Pol. mengatakan Salah satu agenda utama dari acara ini adalah penanaman perdana Taman Tematik Buah Hutan Kalimantan. Taman tematik ini diharapkan dapat menjadi pusat konservasi dan edukasi mengenai keanekaragaman hayati hutan Kalimantan, serta mendukung upaya pelestarian lingkungan.

Acara ini juga menjadi momen penting dengan diselenggarakannya penyambutan penganugerahan Kalpataru kepada Masyarakat Hukum Adat (MHA) Punan Batu Benua Sajau. Penghargaan Kalpataru ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas upaya dan kontribusi masyarakat adat dalam melestarikan lingkungan dan menjaga hutan mereka. Masyarakat Hukum Adat Punan Batu Benua Sajau telah dikenal atas kearifan lokal mereka dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan, sehingga mendapatkan penghargaan bergengsi ini.

Penghargaan ini menyatakan bahwa masyarakat hukum adat punan batu benau di kabupaten bulungan, merupakan pahlawan lingkungan yang benar-benar telah melakukan sesuatu yang luar biasa dan nyata, guna mempertahankan, meningkatkan dan memulihkan kualitas lingkungan hidup dan kehutanan, serta kualitas sosial masyarakat menjadi lebih baik.

Kehadiran Forkopimda Kabupaten Bulungan dalam acara ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan jajaran TNI dalam upaya pelestarian lingkungan. Dandim 0903/Bulungan menyampaikan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menjaga kelestarian alam dan memajukan daerah melalui kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Lebih lanjutnya mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh berbagai pihak dalam menyelenggarakan acara ini. Beliau berharap agar kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan ditingkatkan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Bulungan.

Bupati Bulungan, Syarwani menyampaikan komitmennya untuk terus melestarikan Masyarakat Hukum Adat (MHA) Punan Batu Benau. Apalagi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah memberikan penghargaan Kalpataru 2024 bagi MHA Punan Batu Benau, Desa Sajau, Kab Bulungan, untuk kategori penyelamat lingkungan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan menggelar konvoi atau arak-arakan penghargaan Kalpataru yang diraih oleh Masyarakat Hukum Adat (MHA) Punan Batu Benau Sajau pada Rabu, 12 Juni Kegiatan ini dirangkai dengan peringatan hari lingkungan hidup sedunia serta penanaman pohon endemik Kalimantan Utara (Kaltara) di kawasan Kebun Raya Bundayati.

Bupati Bulungan, Syarwani, menyampaikan, memastikan jika pemerintah akan terus mendukung upaya pelestarian lingkungan MHA Adat Punan Batu Benau. Saat ini ada total 4.000 hektare yang sudah masuk salam kawasan hutan adat di lingkungan tersebut.

Pihaknya pun sudah menyurati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, untuk pengelolaan hutan adat. Meski ada wilayah yang masuk dalam kawasan konsesi, namun Syarwani tetap berkomitmen memperjuangkan agar kawasan hutan tersebut tetap terlestarikan.

“Melalui OPD, di Dinas Kesehatan kami akan lakukan pengecekan kesehatan secara berkala. Kemudian dari Dinas Pendidikan ada konsep sekolah rimba bagi masyarakat adat Punan Benau,” ungkap Syarwani.

Keberadaan MHA Punan Batu Benau, sudah diakui berdasarkan surat keputusan bupati Bulungan tahun 2022 yang lalu yang telah diserahkan secara resmi. Kemudian ada langkah perlindungan yang termuat dalam Perda Nomor 12 Tahun 2016.

“Mudah-mudahan masyarakat hukum adat Punan Benau ini menjadi inspirasi kita semua. Apalagi sudah ada payung hukum sebagai bentuk perlindungan pemerintah, terhadap pelestarian adat di Kab Bulungan,”

BERITA LAINNYA